Pengertian Saham

Saham adalah surat berharga yang isinya adalah bukti kepemilikan modal seseorang/perusahaan. Surat berharga ini diterbitkan oleh perusahaan atau emiten.

Sederhananya, saham ini adalah tanda bukti tentang kepemilikan perorangan atau instansi tertentu pada suatu perusahaan.

Dengan kepemilikan modal tersebut, individu/instansi memiliki klaim untuk meperoleh pendapatan dari perusahaan tersebut.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sendiri mendefinisikan saham sebagai surat bukti atau modal kepemilikan yang bisa diperjualbelikan di dalam maupun di luar pasar modal.

Surat bukti ini memberikan hak atas deviden sesuai dengan jumlah modal yang ada.

Misalnya, perusahaan memiliki 100 lembar saham. Kamu memiliki 30 lembar saham yang ada di perusahaan tersebut. itu artinya, kamu sudah memiliki 30% aset yang ada di perusahaan tersebut.

Karena kamu sudah punya hak kepemilikan aset, kamu juga berhak mendapatkan keuntungan yang diperoleh langsung dari keuntungan perusahaan tersebut sebagaimana dalam Anggaran Dasar Perusahaan.

Saham tentu bisa diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Di pasar bursa, harga saham bisa mengalami kenaikan dan penurunan.

Kondisinya akan terus berubah-ubah sesuai dengan konsisi perusahaan, faktor ekonomi, maupun pengaruh atas permintaan dan penawaran saham tersebut.

Permintaan dan penawaran ini tentu juga bergantung pada banyak faktor. Bisa berkaitan dengan faktor internal perusahaan, biasanya tentang kinerja perusahaan, atau faktor eksternal seperti tingkat suku bunga yang terus berkembang, inflansi, dan kondisi diluar ekonomi (sosial-politik) yang ikut mempengaruhi.

Bagi investor, tentu saham bisa mendapatkan keuntungan maupun sebaliknya. Tetap ada resiko yang besar pula terhadap para investor yang memiliki saham di perusahaan tertentu.

Keuntungan Memiliki Saham

Keuntungan memiliki saham adalah mendapatkan deviden dan capital gain.

Artinya, kamu akan mendapatkan keuntungan perusahaan yang secara otomatis akan dibagikan kepada para pemegang saham (deviden).

Selain keuntungan yang diperoleh dari hasil deviden, investor juga akan mendapatkan keuntungan ketika investor bisa menjual sahamnya lebih mahal dari harga yang ia beli.

Resiko Memiliki Saham

Meski menawarkan keuntangan yang besar, resiko yang ditawarkan juga tidak kalah besar.

  • Pertama, resiko bisa terjadi ketika perusahaan mengalami kebangkrutan. Para investor dapat terancam tidak memperoleh aktiva apapun setelah pihak perusahaan telah membayar kewajibannya.
  • Kedua, saat terjadi kebangkrutan pihak perusahaan bisa jadi lebih memilih menggunakan sisa modal yang ada untuk melakukan ekspansi bisnis sehingga investor tidak memperoleh deviden sama sekali dari emiten/perusahaan tempat ia menanamkan modal.
  • Ketiga, investor akan terancam kehilangan modalnya ketika harga jual saham lebih kecil dari harga yang ia beli di awal. Dengan begitu, investor akan kehilangan nilai modalnya karena tidak dapat memperoleh keuntungan.
  • Keempat, saham di hapus dari catatan bursa. Di hapusya saham dari catatan bursa adalah karena saham tersebut sudah tidak bisa diperjualbelikan. Hal ini bisa membuat perusahaan mengalami kerugian sangat besar.

Lalu bagaimana sih seorang investor bisa memiliki saham?

Investor bisa membeli saham di pasar perdana, pasar sekunder, maupun perusahaan efek.

Pasar perdana adalah tempat dimana biasanya saham akan ditawarkan untuk pertama kalinya kepada publik (Penawaran Umum Saham Perdana/IPO).

Sedangkan pasar sekunder adalah tempat dimana investor bisa membeli saham yang sudah dimiliki oleh investor lain.

Transaksi ini biasanya dilakukan lewat broker (perantara) yang menjadi anggota di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kalau investor akan membeli saham memlalui perusahaan efek, ia harus membuka rekening terlebih dahulu dengan beberapa persayaratan tertentu yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *