15 Istilah Saham Yang Harus Kamu Tahu

Berinvestasi di pasar modal tentu tidak hanya bermodalkan uang saja. Salah satu yang harus dimegerti oleh para investor pemula adalah istilah-istilah saham yang sangat sulit dan beagam.

Pasalnya, investor pemula kerap kesusahanan dalam memahami istilah yang ada di pasar modal tersebut.


Istilah Dalam Saham


Tentu pengetahuan tentang istilah-istilah ini sangat penting. Di bawah ini istilah-istilah tentang saham yang wajib kamu ketahui sebelum akan mulai berinvestasi.

1. Akuisisi

Akuisisi adalah istilah yang digunakan ketika terdapat badan usaha yang saling bergabung sehingga ia juga menguasai saham dari badan usaha lain.

Tujuannya adalah supaya badan usaha tersebut dapat menjadi badan usaha yang lebih besar dan tetap punya eksistensi secara hukum.

Badan usaha yang memiliki saham paling besarlah yang akan menjadi induk perusahaannya.

2. Auto Rejection Bawah (ABA)

ABA adalah istilah yang digunakan ketika saham turun sampai melebihi batas yang sudah ditentukan. Penurunan ini harus dibatasi agar harga saham tidak terus menerus jatuh.

3. Auto Rejection Atas (ARA)

Berkebalikan dengan ABA, ARA adalah kondisi dimana saham naik melebihi batasnya. Kenaikan tersebut perlu di atur agar investor tetap bisa bertransaksi saham dengan wajar.

4. Bursa Efek

Bursa efek adalah lembaga yang menyediakan fasilitas kepada penerbit efek dan investor secara langsung.

Selain itu, ia juga yang menyediakan seluruh sarana, sistem, dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan segala urusan kelangsungan perdagangan efek.

5. Laporan Tahunan (Anual Report)

Laporan Tahunan adalah laporan tentang keadaan keuangan emiten yang harus dilaporkan oleh setiap perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Annual Report ini harus di kirim setiap 1 tahun sekali yang dilengkapi dengan neraca perusahaan, laporan laba dan rugi, hingga neraca arus kas.

6. Capital Gain

Capital Gain adalah keuntungan yang diperolah dari selisih antara harga kurs jual dan kurs beli suatu efek.

7. Capital Loss

Capital loss adalah istilah ketika harga jual saham ternyata lebih rendah dibandingkan dengan harga belinya.

8. Buy Back

Buyback adalah aktivitas dimana emiten atau perusahaan membeli kembali saham yang sudah beredar di publik.

9. Rasio Laverage

Rasio Laverage bisa juga disebut rasio utang atas modal. Istilah ini juga sering disebut Debt to Equity Ratio yang menggambarkan kondisi dimana struktur modal yang dimiliki oleh emiten ridak beresiko tertagih hutang. Semakin kecil angka rasionya, semakin baik rasio laveragenya.

10. Deviden

Deviden adalah pendapatan perusahaan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Deviden akan ditetapkan oleh direksi melalui rapat para pemegang saham.

Pembayaran ini tentu diatur bedasarkan ketentuan dan kesepakatan yang telah berlaku sebelumnya.

11. Suspend

Suspend atau suspensi adalah kondisi berhentinya perdagangan saham yang ada di Bursa Efek.

12. Lot

Lot adalah satuan jumlah saham yang ada di bursa efek. Hanya saja jumlahnya lebih kecil dari satuan perdagangan saham biasanya, sehingga jumlah tersebut tidak bisa di perdagangkan di pasar.

13. Bearish

Bearish adalah kondisi dimana harga saham mengalami penurunan karena adanya aktivitas pengambilan untung secara besar-besaran di pasar saham.

14. Bullish

Bullish adalah keadaan dimana saham naik yang disebabkan karena banyaknya pemegang saham yang melakukan pembelian.

15. Stock Split

Stock Split atau pemecahan saham adalah kondisi dimana perusahaan memecah nilai nominal sahamnya menjadi lebih kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *